[REVIEW SERIES] THE UMBRELLA ACADEMY SEASON 3 (2022)

The Umbrella Academy Season 3 yang tayang di Netflix pada 22 Juni kemarin merupakan salah satu series yang paling aku tunggu-tunggu sejak penayangan season keduanya pada Juli 2020 silam. By the way anyway busway, aku sebenernya mau banget review season 1 dan 2-nya, tapi aku ngerasa kayaknya udah basi, deh. Jadi, mau tidak mau, aku harus move on dan lanjut review series ini di season ketiganya. Tapi percaya, deh! Series ini tuh bisa dibilang worth to watch karena kalau nggak gitu, kayaknya aku udah drop series ini sejak season kemaren. Terus juga nih, usut punya usut, season kedua The Umbrella Academy ini sukses mendapatkan 4 penghargaan Emmy Awards, termasuk sinematografi terbaik, kostum fantasi/sci-fi terbaik, info suara, dan efek visual khusus. Keren banget ga tuu?

Tapi sebelum lanjut review, kita perkenalan dulu sama karakter-karakter di The Umbrella Academy 3, yuk! Kebanyakan karakter di season 3 ini sama seperti karakter-karakter di season 1 dan 2-nya, pembedanya hanya di kehadiran keluarga Sparrow Academy berikut Guest Star di pertengahan episode nanti yang tentunya rahasia. 

Oh ya, secara garis besar nih, The Umbrella Academy bercerita soal keluarga superhero yang lahir secara bersamaan dari belasan perempuan yang tidak memiliki tanda-tanda kehamilan sehari sebelumnya. Kejadiannya super duper cepat. Para perempuan itu hamil dan melahirkan di hari yang sama secara serentak dari belahan dunia yang berbeda. Dari belasan bayi-bayi misterius yang lahir, 7 diantaranya diadopsi oleh seorang miliader, Sir Reginald Hargreeves, dengan tujuan untuk menyelamatkan dunia.


THE UMBRELLA ACADEMY FAMS





Number 1 aka Luther Hargreeves yang dikenal sebagai Spaceboy. Memiliki kekuatan serta ketahanan fisik hasil training ala astronaut plus tubuh gorilla hasil eksperimen ayahnya. Luther ini punya misi ke luar angkasa selama bertahun-tahun untuk menjaga suatu hal 'penting' yang sama sekali gak diketahui Luther. Hal 'penting' ini nyatanya akan terjawab di season ketiga.


Number 2 aka Diego Hargreeves yang dikenal juga sebagai The Kraken. Memiliki kemampuan menahan napas tanpa batas dan melempar pisau secara tepat sasaran. Seneng banget deh kalo liat Diego beraksi. Kerenn!


Number 3 aka Allison Hargreeves  dikenal juga sebagai The Rumor karena kemampuannya dalam mengubah kenyataan dengan menyebarkan rumor. Cukup bilang 'I have a rumor' aja, orang yang dengernya bisa langsung tunduk sama setiap ucapannya si Allison ini. Kemampuan yang menggiurkan, tapi resikonya tinggi. Allison bahkan pernah kehilangan suaranya yang membuat dia gak bisa menggunakan kemampuannya itu sama sekali.

Number 4 aka Klaus Hargreeves dikenal sebagai The Seance. Paling santai dan terlihat sangat menikmati hidup juga seorang pecandu drug dan alkohol. Kemampuannya dianggap sebagai kutukan bagi Klaus karena dia bisa melihat para arwah, tapi dirinya sendiri takut dengan arwah. Selain itu, dia selalu selamat dari kematian hingga membentuk jamaatnya sendiri.


Number 5 aka Five. Seriusan, deh. Dari season 1 sampai 3 gak dikasih tau namanya siapa. Keluarga-keluarganya yang lain selalu panggil dia Five. Curiga, mereka gak tau nama asli Five atau Five sendiri adalah sebuah nama. Hmm, gimana menurut kalian?

Bisa dibilang, Five ini merupakan pemeran kunci dari keseluruhan series ini karena latar belakang Five yang unik dan kemampuannya yang menurutku cukup outstanding dibanding keluarga-keluarganya yang lain. 

Five ini pernah hilang di usianya yang baru 10 tahun saat sedang menjalankan misi untuk melakukan perjalanan 50 tahun ke depan dan baru bisa kembali setelah 20 tahun kemudian dengan kondisi masih dalam tubuh anak usia 10 tahunnya itu akibat terjebak dalam ruang dan waktu. Five kembali ke akademi tepat beberapa hari setelah kematian ayah mereka, Reginald Hargreeves, dan Five pun mengklaim bahwa bumi akan segera mengalami kehancuran. Atau istilah kerennya sih apocalypse. 


Number 7 aka Vanya Hargreeves aka Viktor (di season 3) yang dikenal sebagai The White Violin. Selama season 1 ini, Vanya gak terlalu dianggap oleh saudara-saudaranya, terasingkan, karena dianggap gak punya kemampuan super. Dia bahkan gak pernah diajak menjalankan misi bareng saudaranya yang lain dan hanya dikurung di dalam akademi sambil main violin. Tapi itu semua berubah saat kemampuan Vanya tiba-tiba saja muncul dan membuat kelima saudaranya kelimpungan.


Secara garis besar, The Umbrella Academy di season 1 dan 2 ini bener-bener full nyeritain perjalanan mereka menyusuri ruang dan waktu untuk menghindari apocalypse. Sejauh ini, Five selalu jadi pengambil keputusan karena pengetahuannya soal kehancuran dunia juga kemampuannya dalam melintasi ruang dan waktu.


THE SPARROW ACADEMY FAMS



Layaknya Umbrella Academy, Sparrow Academy juga punya latar belakang yang sama kayak Luther dkk. Sir Reginald Hargreeves mengadopsi 7 bayi-bayi super dari belahan dunia berbeda untuk menyelamatkan dunia dan membentuk Sparrow Academy. Info lebih lengkap soal kemampuan anak-anak Sparrow ini ga akan aku kasih tau biar kalian tonton aja langsung xixi.

Number 1 aka Marcus Hargreeves

Number 2 aka Ben Hargreeves. Shht, spoiler! Ben ini juga termasuk number 6-nya Umbrella Academy yang sayangnya meninggal waktu masih remaja saat tengah menjalankan misi. Singkatnya, mau itu jaman Umbrella atau Sparrow, Reginald sama-sama adopsi Ben--beda dari saudara-saudaranya yang lain.

Number 3 aka Fei Hargreeves

Number 4 aka Alphonso Hargreeves

Number 5 aka Sloane Hargreeves

Number 6 aka Jayme Hargreeves

Number 7 aka Christopher Hargreeves


Setelah digantung di season 2-nya dengan scene The Umbrella Academy yang 'pulang' dan bertemu Ben yang literally udah die, di episode pertama season ketiga ini kita langsung disuguhkan adegan fight antara si Umbrella dan si Sparrow. Jujur, itu lumayan tidak sesuai dengan ekspektasi aku, sih. Kukira di season ini aku bisa liat interaksi nyata antara Klaus sama Ben. Tapi lanjut ke episode selanjutnya, adegan fight di awal itu semakin kerasa masuk akal. Jadi, aku gak akan banyak komentar soal itu.

Sama seperti dua season sebelumnya, Hargreeves bersaudara ini masih berkutat dengan apocalypse yang rasa-rasanya tu ngikutin mereka teruss, di ruang dan waktu manapun yang mereka tuju. Dan peluang untuk 'lari' dari kiamat seperti yang sebelumnya mereka lakukan juga keliatan gak memungkinkan karena dunia saat itu bener-bener udah diujung tanduk. Gak bisa dihindari lagi dan satu per satu makhluk hidup pun mulai lenyap dari muka bumi. 

Sampai kemudian, kedua keluarga besar Hargreeves bersaudara itu (read: Umbrella and Sparrow) ada di satu titik yang sama. Mereka bekerja sama menyelamatkan dunia biarpun rasa-rasanya udah gak mungkin lagi diselamatkan sampai harus melibatkan ayah mereka (versi Sparrow), Reginald Hargreeves.

Di season 3 ini, ceritanya gak terlalu fokus sama kiamatnya tapi diselingin juga sama love line-love line yang terbentuk sejalan dengan berlalunya episode. Gak terlalu berlebihan, tapi cukup manis buat ditonton. Di season ini kita juga disuguhkan karakter keluarga Hargrevees lain yang lebih terstruktur, ambisius, berkarakter kuatlah pokoknya lewat kehadiran Sparrow Academy. 

Belum lagi character development dari seorang Klaus. Jujur, aku suka banget liat perkembangannya. Di sini Klaus lewat bantuan Reginald bener-bener jadi seseorang yang bisa memanfaatkan kemampuannya secara maksimal dan bahkan bermanfaat bagi saudaranya yang lain. Tapi, kalo diliat-liat lagi, di season ini setiap karakternya bener-bener tumbuh bersama dan lebih keliatan mature. Dulu, aku ngeliat sisi dewasa dari Umbrella Academy itu cuma dari Allison, tapi di season ini aku rasa semuanya udah mulai lebih dewasa. Yah, biarpun Allison jadi rada selfish dan annoying di season ini, tapi aku masih bisa memaklumi.

Selain scene Klaus sama ayahnya, aku juga suka interaksi antara Diego sama Allison. Jadi tuh, ada satu scene dimana Allison udah ada di titik terendahnya karena ternyata di masa yang mereka datangin sekarang tuh dia gak ketemu sama suami dan anaknya. Ditambah, dunia beneran mau kiamat. Gak bisa dihindari lagi. Kerasa gak sih gimana frustasinya Allison? Karena itu, Allison tuh bawaannya jadi gak enak aja gitu vibesnya. Udah pait aja omongannya, mana dia sempet cekcok juga sama Viktor.

Ngeliat Allison yang resek, inisiatiflah si Diego ajak Allison street fight alias nyari perkara sama preman-preman jalanan. Yah, kalian juga pasti tau deh lanjutannya gimana. 

Sumpah, deh. Di scene itu, keliatan banget sosok Diego sebagai abang yang pengertian biarpun caranya rada salah. Cuma yaa Diegonya juga mainannya sama pisau, cyinn. Maklumin aja. 

Oh ya, perubahan yang terjadi dari Vanya ke Viktor juga berasa banget. Sebelumnya, aku cukup skeptis, sih sama caranya mereka membawakan karakter baru dari Elliot Page tanpa banyak merubah alurnya. Tapi ternyata fine-fine aja, tuh. Aku juga gak ngerasa terganggu dengan perubahan Vanya yang cukup drastis itu. Malah, aku melihat sosok Vanya yang selama 2 season itu selalu keliatan tertekan dan merasa gak bebas jadi lebih bisa mengekspresikan dirinya di antara saudara-saudaranya yang lain lewat perannya sebagai Viktor. Dan aku juga suka sama respon saudara-saudaranya. Keliatan banget mereka kaget, merasa gak nyangka sama perubahan Vanya yang cukup tiba-tiba dan mendadak (dimana ini tuh respon yang wajar sekali), tapi mereka tetap mendukung dan gak berusaha untuk menggali terlalu dalam. Menjaga privasi banget. Tipe saudara yang, 'Kalo lo mau curhat, ayok. Kalo nggak juga yaudah, gausah. Gue gak maksa. Asal lo seneng, gue juga ikut seneng.'  Bener-bener bikin sirik aja gitu ni keluarga satu. Ributtt terozz kerjaannya, tapi tetep aja perhatian. Kek tsundere gituu.

Bicara lebih dalam soal Sparrow Academy, jujur aku juga bingung apa yang mau aku bahas lebih dalam. Sparrow emang punya kemampuan super sama seperti Umbrella, tapi aku merasa kemampuan mereka itu gak terlalu menonjol kayak Five (dan bahkan saudara-saudaranya yang lain) dan cenderung mudah terlupakan. Aku bahkan gak tau kemampuan super apa yang Sloane punya saking minimnya dia memakai kemampuannya itu di season ini. Yang kelihatan overpower dari anak-anak Sparrow itu kalo gak Ben, yaa Fei. Aku juga sempet bingung sama si number 7 yang gak keliatan kayak bayi. Itu tuh cuma kubus bercahaya yang melayang-layang. Keliatan useless, tapi ternyata ada maksud tersembunyi dari ketidakbergunaan nya itu.

Ngomongin soal ending, jujur aku juga masih gak begitu paham sama endingnya sampai harus googling dulu buat cari penjelasannya wkwk. Karena emang gantung gitu, loh... Happy ending, sih... Tapi aku ngerasa ada yang masih salah, nih. Apalagi pas liat bagian post credit scene-nya. Dan diliat dari pengamatanku, besar kemungkinan akan ada season 4-nya, horee!! 

Overall, rating aku untuk series The Umbrella Academy adalah ...

8/10

Posting Komentar

0 Komentar