[REVIEW NOVEL] Halte Alam Baka by Kai Elian

Review Novel Halte Alam Baka by Kai Elian



Judul : Halte Alam Baka

Penulis : Kai Elian

ISBN : 9786020682389

Tanggal Terbit : 7 Mei 2025

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Halaman : 280 halaman

Genre : Fiksi, Realisme magis

Rating : 4.75 / 5

Pelan, sendu, tapi deep meaning. 

Sinopsis:

Jika kamu melihat seorang nenek di halte berwarna merah, mampirlah. Halte itu akan mempertemukanmu dengan orang terkasih yang sudah tiada.

Julian, seorang jurnalis muda, menerima surat-surat tentang si nenek dan halte misterius itu saat hendak mengisi rubrik Kisah Pembaca. Karena penasaran, Julian mulai menyelidiki keberadaan halte tersebut—Halte Alam Baka, begitu dia menamainya.

Liputan Halte Alam Baka langsung viral. Banyak yang ingin melihat halte itu, meski banyak juga yang sangsi. Siapa sebenarnya si nenek? Tempat apa sebetulnya halte itu? Kenapa nenek itu selalu meninggalkan hadiah barang rajutan?

Tanpa diduga, penyelidikan Julian malah mempertemukannya dengan orang-orang yang berkaitan dengan masa lalu dan masa depannya; orang-orang yang dia pikir sudah tiada.

___

Sebuah kisah magical realism bernuansa drama dan spiritualitas yang bikin hati menggantung di antara dunia dan akhirat. Kai Elian menulis dengan pace yang pelan, tenang, tapi perlahan menusuk. Ceritanya berjalan maju-mundur, mengurai benang-benang kenangan, penyesalan, dan luka yang enggak semua bisa sembuh.

Yang aku suka, sisi humanisnya begitu kental. Baik dan buruk manusia ditampilkan apa adanya, lewat interaksi antartokoh yang terasa tulus dan penuh emosi. Ini bukan cerita tentang siapa yang paling menderita, tapi bagaimana manusia saling menyentuh dan melukai dalam ruang-ruang yang tak selalu bisa dijelaskan.

Sebagai novel multi-POV, setiap tokoh punya kisah dan trauma masing-masing yang saling berkaitan. Tapi jujur, kisah Sandra dan Darryl masih terasa belum selesai. Walaupun arah cerita mereka cukup jelas, ada bagian dari mereka yang menurutku masih menggantung dan belum setuntas tokoh-tokoh lainnya.

Enggak cuma ceritanya yang magis, visualnya juga. Ilustrasi cover-nya yang cantik banget jadi alasan pertama aku beli buku ini. Kolaborasi penulis dan ilustrator di sini sukses besar: isi dan tampilan menyatu dengan harmoni yang memuaskan.

Magical secara cerita dan visual. Bikin berpikir, bikin merasa, dan bikin diam cukup lama setelah halaman terakhir ditutup.


Posting Komentar

0 Komentar